BAB V
MEMBETULKAN DAN
MENGEFEKTIFKAN KALIMAT
A.pengantar
Kalimat efektif adalah kalmat yang dapat ditangkap dan mudah
dipahami oleh pembaca,menghayati masing-masing tuturan itu.
B.Kesalahan kalmat
Kesalahan kalimat dari segi
internal dapat dibedakan menjadi beberapa tipe, yang pertama kesalahan
kandungan isi yang menyebabkan kalmat menjadi tidak logis seperti pada contoh
berikut
1.
Apabila
kita merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti serangan
jantung impoten, dan gangguan kehamilan
2.
Di dalam makanan tersebut terdapat banyak sekali
vitamin,mineral, dan kalsium
Tentu saja kalimat di atas adalah
kalimat tidak efektif bisa kita lihat dari kalimat (1) terdapat kata apabila
yang seharusnya di ganti dengan kata ‘bila’ saja, dan pada kalimat dua terdapat
kata ‘di dalam dan ‘banyak sekali’ yang tentunya sangat tidak efektif
C. Membetulkan Kesalahan Kalimat
Ada bebrapa jenis kesalahan dalam penusunan kalimat, yang
pertama
1.Kalimat tanpa
subjek
Dalam penusunan kalimat
seringkali dengan kata depan atau preposisi, lalu verbnya emnggunakan bentuk
aktif atau berawalan men-baik dengan atau tanpa akhir kan, seperti dibawah ini
1.telah
di temukan sebuah dompet berisi uang dan KTP
2.jika
terlalu banyak mengkonsumsi gula dalam menyebabkan penyakit kencing manis
Untuk
membetulkan kalimat di atas dapat dilakukan dengan
a.
Menghilangkan kata depan pada masing-masing
kalimat tersebut
b.
Mengubah kata kerja pada kalimat tersebut,
misalnya dari aktif menjadi pasif
Jadi kemungkinan pembetulan
kalimat adalah
a.
di temukan sebuah dompet berisi uang dan KTP
b.
terlalu banyak mengkonsumsi gula dalam
menyebabkan penyakit kencing manis
2.Kalimat Dengan
Objek Berkata Depan
Contoh kalimat :
1.Artikel itu berisi tentang berita kebakaran di daerah
jakarta utara
2. pagi itu dosen menerangkan mengenai contoh latihan UAS
Kalimat yang benar
1.
Artikel itu berisi berita kebakaran di daerah
jakarta utara
2.
pagi itu dosen menerangkan contoh latihan UAS
3.Konstruksi Pemilik
Berkata Depan
Kesalahan pemakaian kata depan lain yang ditemui pada konstruksi
frasa: termilik dan pemilik secara berlebihan sering ditemui adanya
kecenderungan mengeksplisitkan hubungan antara termilik dengan pemilik dengan
kata depan dari atau dari pada
1 kesehatan gratis merupakan hak
dari setiap warga negara
2.kebutuhan akan alat-alat
sekolah daripada hanphone android lebih diperlukan
Konstruksi prasa yang sejenis dengan hak dari setiap warga
negara dan alat-alat sekolah daripada hanphone android sering kita dengar dalam
pidato-pidato umumnya tanpa teks, misalnya
1.
ada berbagai jenis jenis buah di dunia ini
kesalahan yang sering terjadi ialah pemakaian verba seperti pada
kaimat dibawah ini contohnya
1.setelah semua siap kelompok 6 siap memulai lomba makan
burger
2. tiap pagi peserta harus memulai senam
Kalimat yang benar dengan menambhkan keterangan tempat
1.
setelah semua siap, kelompok 6 di aula siap
memulai lomba makan burger
2.
setelah semua siap kelompok 6 siap memulai lomba
makan burger di aula
4.Kalimat yang
‘pelaku” dan verbanya Tidak Di Bersesuaian
Contoh kalimat
1.
pada saat presentasi saya mendapatkan giliran
pertama
2.
dalam pertikaian dia bertendang-tendangan dengan
cepatnya
dalam kalimat pertama di perlukan
orang kedua yang maju setelah orang pertama, dan pada kalimat kedua kata
bertendang-tendangan menuntut adana orang kedua yang bertikai dengan orang
pertama
5.Penempatan Yang
salah Kata Aspek Pada Kalimat Pasif Berpronomina
Yang salah :
1.
saya akan lakukan
2.
kami sudah gapai
3.
yang benar :
1.
Akan saya lakukan
2.
Sudah kami gapai
6. Kesalahan
Pemakaian Kata Sarana
contoh kalimat
1.
Di saat makan dilarang berbicara terlalu banyak
2.
Piring baru itu di letakan pada tempat sampah
Pada kalimat pertama kesalahan
terletak pada kata ‘disaat’ karena kata tambahan DI menujukan kata tempat, dan
pada kalimat kedua kesalahan terletak pada kata ‘pada’ karena menunjukan
keadaan buka tempat.
C.Efektifitas kalimat
1. Kurang Padunya
Kesatuan Gagasan
Telah kita ketahui bahwa setiap
tuturan terdiri atas beberapa bagian atau setuan gramatikal. Agar tuturan itu
memiliki setauan gagasan, satuan-satuan gramatikalnya harus lengkap. Perhatikan
contoh berikut.
1.setelah bangun pagi, emon ingin
menerapkan gaya hidup sehat dengan lari pagi, Emon lari pagi di lapangan dekat rumahnya. Lapangannya
sangat indah dan sejuk.
Pada kalimat satu memang tidak memiliki kesatuan gagasan,
bahkan merupakan tuturan yang janggal, kejanggalan itu menunjukan antara
gagasan yang pertama dengan kalimat kedua dan ketiga, tapi jika kita dapat
telaah dengan baik semua kalimat itu menjurus ke satu gagasan pokok yaitu
menerapkan gaya hidup sehat
Kurang ekonomis
pemakaian kata
Contoh kalimat
1.memperhatikan mengenai masalah orang lain
2.Berpidato tentang lingkungan hidup
Kalimat yang benar
1. memperhatikan masalah orang lain
2. Berpidato lingkungan hidup
Demi penghematan itu, sebuah kalimat majemuk pun dapat
diringkas menjadi kalimat tunggal
Kalimat majemuk:
>kebersihan lingkungan bukan hanya di lakukan oleh
petugas kebersihan saja melainkan oleh semua orang
menjadi
>kebersihan lingkungan di lakukan oleh petugas kebersihan
dan semua orang
Atau
> kebersihan lingkungan di lakukan oleh semua orang yang ada dalam masyarakat