DEFINISI GAME
Dalam
kamus bahasa Indonesia “Game”diartikan sebagai permainan. Permainan merupakan
bagian dari bermain dan bermain juga bagian dari permainan keduanya saling
berhubungan. Permainan adalah kegiatan yang kompleks yang didalamnya terdapat
peraturan, play dan budaya. Sebuah permainan adalah sebuah sistem dimana pemain
terlibat dalam konflik buatan, disini pemain berinteraksi dengan sistem dan
konflik dalam permainan merupakan rekayasa atau buatan, dalam permainan
terdapat peraturan yang bertujuan untuk membatasi perilaku pemain dan
menentukan permainan. Game bertujuan untuk menghibur, biasanya game banyak
disukai oleh anak – anak hingga orang dewasa. Games sebenarnya penting untuk
perkembangan otak, untuk meningkatkan konsentrasi dan melatih untuk memecahkan masalah
dengan tepat dan cepat karena dalam game terdapat berbagai konflik atau masalah
yang menuntut kita untuk menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Tetapi game
juga bisa merugikan karena apabila kita sudah kecanduan game kita akan lupa
waktu dan akan mengganggu kegiatan atau aktifitas yang sedang kita lakukan.
Game
berasal dari kata bahasa inggris yang berarti dasar permainan. Permainan dalam
hal ini merujuk pada pengertian kelincahan intelektual( Intellectual
Playability Game) yang juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi
pemainnya. Dalam game, ada target-target yang ingin dicapai pemainnya.
BERDASARKAN
JENIS “PLATFORM” ATAU ALAT YANG DI GUNAKAN :
1.Arcade
games, yaitu yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di
daerah / tempat khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design
untuk jenis video games tertentu dan tidak jarang bahkan memiliki fitur yang
dapat membuat pemainnya lebih merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol,
kursi khusus, sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta
transmisinya tentunya).
2.PC
Games , yaitu video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers..
3.Console
games, yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu, seperti
Playstation 2, Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii..
4.
Handheld games, yaitu yang dimainkan di console khusus video game yang dapat
dibawa kemana-mana, contoh Nintendo DS dan Sony PSP..
5.Mobile
games, yaitu yang dapat dimainkan atau khusus untuk mobile phone atau PDA..
BERDASARKAN
“GENRE” PERMAINANNYA :
1. Aksi
– Shooting, (tembak-tembakan , atau hajar-hajaran bisa juga tusuk-tusukan,
tergantung cerita dan tokoh di dalamnya), video game jenis ini sangat
memerlukan kecepatan refleks, koordinasi mata-tangan, juga timing, inti dari
game jenis ini adalah tembak, tembak dan tembak. Termasuk didalam-nya :
a.First
person shooting (FPS) seperti Counter Strike dan Call of Duty
b.Drive
n’ shoot, menggunakan unsur simulasi kendaraan tetapi tetap dengan tujuan utama
menembak dan menghancurkan lawan, contoh : Spy Hunter, Rock and Roll Racing,
Road Rash.
c. Shoot
em’ up, seperti Raiden, 1942, dan gradius.
d. Beat
‘em up (tonjok hajar) seperti Double Dragon dan Final Fight, lalu hack and
slash (tusuk tebas) seperti Shinobi dan Legend of Kage.
e. Light
gun shooting, yang menggunakan alat yang umumnya berbentuk seperti senjata,
seperti Virtua Cop dan Time Crisis.
2.
Fighting ( pertarungan ) Ada yang mengelompokan video game fighting di bagian
Aksi, namun penulis berpendapat berbeda, jenis ini memang memerlukan kecepatan
refleks dan koordinasi mata-tangan, tetapi inti dari game ini adalah penguasaan
jurus (hafal caranya dan lancar mengeksekusinya), pengenalan karakter dan
timing sangatlah penting, o iya, combo-pun menjadi esensial untuk mengalahkan
lawan secepat mungkin. Dan berbeda seperti game Aksi pada umumnya yang umumnya
hanya melawan Artificial Intellegence atau istilah umumnya melawan komputer
saja, pemain jenis fighting game ini baru teruji kemampuan sesungguhnya dengan
melawan pemain lainnya. Seri Street Fighter, Tekken, Mortal Kombat, Soul
Calibur dan King of Fighter adalah contohnya.
3. Aksi
– Petualangan. Memasuki gua bawah tanah, melompati bebatuan di antara lahar,
bergelayutan dari pohon satu ke pohon lain, bergulat dengan ular sambil mencari
kunci untuk membuka pintu kuil legendaris, atau sekedar mencari telepon umum
untuk mendapatkan misi berikutnya, itulah beberapa dari banyak hal yang
karakter pemain harus lakukan dan lalui dalam video game jenis ini. Menurut
penulis, game jenis ini sudah berkembang jauh hingga menjadi genre campuran
action beat-em up juga, dan sekarang, di tahun 2000 an, jenis ini cenderung
untuk memiliki visual 3D dan sudut pandang orang ke-tiga. Tomb Rider, Grand
Theft Auto dan Prince of Persia termasuk didalamnya.
4.
Petualangan. Bedanya dengan jenis video game aksi-petualangan, refleks dan
kelihaian pemain dalam bergerak, berlari, melompat hingga memecut atau menembak
tidak diperlukan di sini. Video Game murni petualangan lebih menekankan pada
jalan cerita dan kemampuan berpikir pemain dalam menganalisa tempat secara
visual, memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan
percakapan karakter hingga penggunaan benda-benda tepat pada tempat yang tepat.
Termasuk didalamnya:
a.
Petualangan dengan teks atau sistem tunjuk dan klik, contoh: Kings Quest, Space
Quest, Heroes Quest, Monkey Island, Sam and Max,
b.Novel
atau film interaktif, seperti game “dating” yang banyak beredar di jepang,
Dragons Lair dan Night Trap.
5.
Simulasi, Konstruksi dan manajemen. Video Game jenis ini seringkali
menggambarkan dunia di dalamnya sedekat mungkin dengan dunia nyata dan
memperhatikan dengan detil berbagai faktor. Dari mencari jodoh dan pekerjaan,
membangun rumah, gedung hingga kota, mengatur pajak dan dana kota hingga keputusan
memecat atau menambah karyawan. Dunia kehidupan rumah tangga sampai bisnis
membangun konglomerasi, dari jualan limun pinggir jalan hingga membangun
laboratorium cloning. Video Game jenis ini membuat pemain harus berpikir untuk
mendirikan, membangun dan mengatasi masalah dengan menggunakan dana yang
terbatas. Contoh: Sim City, The Sims, Tamagotchi.
6. Role
Playing. Video game jenis ini sesuai dengan terjemahannya, bermain peran,
memiliki penekanan pada tokoh/peran perwakilan pemain di dalam permainan, yang
biasanya adalah tokoh utamanya, dimana seiring kita memainkannya, karakter
tersebut dapat berubah dan berkembang ke arah yang diinginkan pemain ( biasanya
menjadi semakin hebat, semakin kuat, semakin berpengaruh, dll) dalam berbagai
parameter yang biasanya ditentukan dengan naiknya level, baik dari status
kepintaran, kecepatan dan kekuatan karakter, senjata yang semakin sakti,
ataupun jumlah teman maupun mahluk peliharaan.Secara kebudayaan, pengembang
game Jepang biasanya membuat Role Playing Game (RPG) ke arah cerita linear yang
diarahkan seolah karakter kita adalah tokoh dalam cerita itu, seperti Final
Fantasy, Dragon Quest dan Xenogears. Sedangkan pengembang game RPG Eropa,
cenderung membuat karakter kita bebas memilih jalan cerita sendiri secara non-linear,
seperti Ultima, Never Winter Nights, baldurs gate, Elder Scroll, dan Fallout.
7.
Strategi. Kebalikan dari video game jenis action yang berjalan cepat dan perlu
refleks secepat kilat, video game jenis strategi, layaknya bermain catur,
justru lebih memerlukan keahlian berpikir dan memutuskan setiap gerakan secara
hati-hati dan terencana. Video game strategi biasanya memberikan pemain atas
kendali tidak hanya satu orang tapi minimal sekelompok orang dengan berbagai
jenis tipe kemampuan, sampai kendaraan, bahkan hingga pembangunan berbagai
bangunan, pabrik dan pusal pelatihan tempur, tergantung dari tema ceritanya.
Pemain game strategi melihat dari sudut pandang lebih meluas dan lebih kedepan
dengan waktu permainan yang biasanya lebih lama dan santai dibandingkan game
action. Unsur-unsur permainannya biasanya berkisar sekitar, prioritas
pembangunan, peletakan pasukan, mencari dan memanfaatkan sumberdaya (uang,
besi, kayu,minyak,dll), hingga ke pembelian dan peng-upgrade-an pasukan atau
teknologi. Game jenis ini terbagi atas:
a.Real
time Strategy, game berjalan dalam waktu sebenarnya dan serentak antara semua
pihak dan pemain harus memutuskan setiap langkah yang diambil saat itu juga
berbarengan mungkin saat itu pihak lawan juga sedang mengeksekusi strateginya.
Contoh: Starcraft, Warcraft , dan Command and Conquer.
b.Turn
based Strategy , game yang berjalan secara bergiliran, saat kita mengambil
keputusan dan menggerakan pasukan, saat itu pihak lawan menunggu, begitu pula
sebaliknya, layaknya catur.
contoh:
Front Mission, Super robot wars, Final Fantasy tactics, Heroes of might and
magic, Master of Orion.
Sebenarnya
ada yang memilah lagi menjadi jenis tactical dan strategi, namun penulis
cenderung untuk menggabungkannya karena perbedaannya hanya ada di masalah skala
dan ke-kompleks-an dalam manajemen sumber daya-nya saja.
8.
Puzzle. Video game jenis ini sesuai namanya berintikan mengenai pemecahan
teka-teki, baik itu menyusun balok, menyamakan warna bola, memecahkan
perhitungan matematika, melewati labirin, sampai mendorong-dorong kota masuk ke
tempat yang seharusnya, itu semua termasuk dalam jenis ini. Sering pula
permainan jenis ini adalah juga unsur permainan dalam video game petualangan
maupun game edukasi. Tetris, Minesweeper, Bejeweled, Sokoban dan Bomberman.
9.
Simulasi kendaraan. Video Game jenis ini memberikan pengalaman atau
interaktifitas sedekat mungkin dengan kendaraan yang aslinya, muskipun
terkadang kendaraan tersebut masih eksperimen atau bahkan fiktif, tapi ada
penekanan khusus pada detil dan pengalaman realistik menggunakan kendaraan
tersebut. Terbagi atas beberapa jenis:
a.
Perang. Video game simulasi kendaraan yang sempat tenar di tahun 90-an ini
mengajak pemain untuk menaiki kendaraan dan berperang melawan kendaraan
lainnya. Dan kebanyakan diantaranya memiliki judul sama dengan nama
kendaraannya. Contoh : Apache 64, Comanche, Abrams, YF-23, F-16 fighting eagle.
Tetapi
game kehidupan bajak laut seperti ‘Pirates!’ pun dapat dikategorikan disini.
b.Balapan.
Dari namanya sudah jelas, siapa sampai duluan di garis finish dialah
pemenangnya! Terkadang malah pemain dapat memilih kendaraan, mendandani,
upgrade mesin bahkan mengecatnya. Contoh: Top Gear, Test Drive, Sega Rally
Championship, Daytona, Grand Turismo, Need For Speed, Mario Cart, ManXTT.
c.Luar
Angkasa. Walau masih dapat dikategorikan simulasi kendaraan perang, tetapi segala
unsur fiksi ilmiah dan banyaknya judul yang beredar membuat subgenre ini pantas
dikategorikan diluar simulasi kendaraan perang. Jenis ini memungkinkan pemain
untuk menjelajah luar angkasa, berperang dengan mahluk alien, mendarat di
planet antah berantah atau sekedar ingin merasakan bagaimana menjadi kapten di
film fiksi ilmiah kesayangan kamu. Contoh: Wing Commander, Freelancer , Star
Wars X-Wing, Star Wars Tie Fighter, dll.
d.Mecha.
Pendapat bahwa hampir tidak ada orang yang terekspos oleh film robot jepang
saat kecilnya tidak memimpikan ingin mengendalikan robot, memang sulit
dibantah. Dipopulerkan oleh serial Mechwarrior oleh Activision, subgenre
Simulasi Mecha ini memungkinkan pemainnya untuk mengendalikan robot dan
menggunakannya untuk menghancurkan gedung, helikopter dan tentu saja robot
lainnya. Contoh: Mechwarrior, Gundam Last war Chronicles, dan Armored Core.
10.
Olahraga. Singkat padat jelas, bermain sport di PC atau konsol anda. Biasanya
permainannya diusahakan serealistik mungkin walau kadang ada yang menambah
unsur fiksi seperti NBA JAM. Contohnya pun jelas, Seri Winning Eleven, seri
NBA, seri FIFA, John Madden NFL, Lakers vs Celtics, Tony hawk pro skater, dll.
KATEGORI-KATEGORI
LAINNYA :
1.
Multiplayer Online. Game yang lagi trend di Indonesia bahkan dunia,menjadi
salah satu titik balik mengapa dunia game dan internet di Indonesia dapat
berkembang. Dan karena dimainkan online dan dengan sistem pembayaran
menggunakan voucher, pembajakan sudah tidak menjadi masalah lagi. Game yang
dapat dimainkan secara bersamaan oleh lebih dari 2 orang (bahkan dapat mencapai
puluhan ribu orang dalam satu waktu) membuat pemain dapat bermain bersama dalam
satu dunia virtual dari sekedar chatting hingga membunuh naga bersama teman
yang entah bermain di mana. Umumnya permainan tipe ini dimainkan di PC dan
bertema RPG, walau ada juga yang bertema music atau action. Contoh: Ragnarok
online, O2jam, World of Warcraft, Ayo Dance, Lineage, Rose online
2.
Casual games. Sesuai namanya, game yang casual itu tidak kompleks, mainnya
rileks dan sangat mudah untuk dipelajari ( bahkan cenderung langsung bisa
dimainkan ). Jenis ini biasanya memerlukan spesifikasi komputer yang standar
pada jamannya dan ukurannya tidak lebih dari 100 MB karena biasanya dapat di
download versi demo-nya di website resminya. Genre permainannya biasanya puzzle
atau action sederhana dan umumnya dapat dimainkan hanya menggunakan mouse (
biasanya game lain menggunakan banyak tombol tergantung game-nya ). Contoh:
Diner Dash, Sally Salon, Bejeweled, Zuma, Feeding Frenzy, Insaniquarium.
3.
Edugames. Video Game jenis ini dibuat dengan tujuan spesifik sebagai alat
pendidikan, entah untuk belajr mengenal warna untuk balita, mengenal huruf dan
angka, matematika, sampai belajar bahasa asing. Developer yang membuatnya,
harus memperhitungkan berbagai hal agar game ini benar-benar dapat mendidik,
menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan yang memainkannya. Target
segmentasi pemain harus pula disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan design
visual ataupun animasinya. Contoh edugames : Bobi Bola, Dora the explorer,
Petualangan Billy dan Tracy.
4.
Advergames. Sering mengunjungi website merek-merek kesayangan anda? Permen
coklat M&M, Coca-cola, Nike, A-Mild, atau Rexona? Anda pasti menemukan
game-game yang dapat dimainkan lalu dapat anda beritahukan / mengundang
langsung ke teman-teman anda. jenis game yang biasanya mudah dimainkan ini
mengusung dan menampilkan produk atau brand mereka baik secara gamblang maupun
tersembunyi. Di era tumbuhnya media-media baru berteknologi tinggi sekarang
ini, dunia periklanan memang sudah tidak lagi terbatas pada TV, koran, majalah,
billboard dan radio, video game sekarang telah menjadi sarana beriklan atau
membangun brand-awareness yang efektif. Baik melalui internet maupun di mainkan
di event-event mereka, edugames terasa semakin dibutuhkan untuk menjaring calon
konsumen bagi produk yang menggunakan advergames ini. Contoh produk di
indonesia yang membuat advergames: A-Mild, Rexona teens, Axe
Perkembangan
game
Konsol
Game Generasi Pertama
Magnavox
Odyssey
Pada
tahun 1966, video game mulai memasuki babak awal perkembangannya. Ide-ide
kreatif bermunculan, dan sebagian besar dimotori oleh mahasiswa-mahasiswa yang
menghabiskan waktu luangnya dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi
di kampus. Konsol game Baer yang prototipenya diberi nama Brown Box, kemudian
meluncur dengan nama Magnavox Odyssey (Mei 1972), berisi 16 game built-in yang
dapat diganti-ganti dengan menggunakan sebuah switch. Terjual sampai 200.000
unit, Magnavox Odyssey tercatat sebagai konsol video game pertama di dunia.
Konsol
Game Generasi Kedua
atari
2600
Dalam
sejarah video game, generasi kedua (biasa disebut sebagai awal era 8 bit atau
kurang lebih 4 bit era) dimulai pada tahun 1976 dengan merilis Fairchild
Channel F dan Radofin 1292 Advanced Programmable Video sistem. Di era generasi
kedua ini yang menjadi primadona konsol game adalah konsol game ATARI ,di
antaranya adalah: Fairchild Channel F, Atari 2600, Magnavox Odyssey ver. 2,
Atari 5200.
Konsol
Game Generasi Ketiga
OLYMPUS
DIGITAL CAMERA
Generasi
ketiga dimulai pada tahun 1983 dengan dipasarkannya Japan Family Computer atau
lebih dikenal dengan nama FAMICOM (kemudian dikenal sebagai Nintendo
Entertainment System di seluruh dunia). Walaupun konsol generasi sebelumnya
juga menggunakan 8-bit processor, pada akhir generasi inilah konsol rumah yang
pertama kali diberi label oleh mereka “bit.” Di Amerika Serikat, generasi ini
di game ini terutama didominasi oleh NES / Famicom. Di era ini pulalah terjadi
perang konsol game yang pertama antara perusahaan konsol Nintendo dengan SEGA.
Menyoal video game 8-bit, Wadezig! pernah membahasnya di artikel ini.
Konsol
Game Generasi Keempat
1303542455-gen-v-snes-small
Generasi
ini disebut-sebut sebagai “zaman emas” dalam dunia video game. Masa di mana
konsol 16-bit muncul dan membawa perubahan drastis pada grafik, tata suara, dan
gameplay. Era ini juga kian memanas saat terjadinya persaingan seru antara Sega
dan Nintendo. Pada tahun 1990, Sega menggelontorkan Sega Megadrive/Genesis,
konsol 16-bit yang memukau perhatian pecinta game, khususnya Amerika.
Selanjutnya, Sega merilis game yang akhirnya menjadi maskot Sega, Sonic the
Hedgehog (1991). Game ini lagi-lagi mencengangkan para pecinta game, karena
game tersebut memiliki grafik dan tata suara yang kualitasnya jauh di atas
Super Mario Bros yang merupakan game buatan Nintendo.
Rivalitas
yang legendaris, Super NES dan Mario Brothers sebagai ikonnya melawan SEGA Mega
Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai ikonnya.
Konsol
Game Generasi Kelima
N64-vs-PS1
Era
32-bit dan 64-bit ini diawali dengan penyelenggaraan Electronic Entertainment
Expo (E3) untuk pertama kalinya di Los Angeles Convention Center. Inilah ajang
hiburan dan game terbesar di Amerika yang masih terus diadakan hingga sekarang.
Selanjutnya, Sony merilis Sony PlayStation (1995), diikuti dengan Nintendo 64
(1996). Untuk kali ini, persaingan dimenangkan Sony karena Nintendo memutuskan
untuk tidak meng-upgrade ke CD-ROM dan tetap menggunakan cartridge. Tentu saja
developer lebih melirik CD-ROM, karena biaya produksi lebih murah dan kapasitas
penyimpanan lebih besar. Sega pun merilis Sega Saturn, konsol game yang juga
berbasis CD-ROM dan memiliki delapan prosesor. Sayang, konsol ini harus
tersingkirkan oleh dominasi Nintendo dan Sony.
Konsol
Game Generasi Keenam
six gene
Generasi
keenam dibuka dengan peluncuran konsol terakhir Sega, Dreamcast (1999). Konsol
unik ini memiliki fitur game online, dan merupakan konsol game 128-bit pertama.
Sayang, Sega gulung tikar dan memutuskan untuk hengkang dari dunia konsol game
dua tahun berikutnya. Pada tahun 2001, Sony menggeber PS2, disusul Nintendo
dengan GameCube-nya. Kali ini, keduanya menuai kesuksesan yang hampir berimbang,
meskipun PS2 masih menduduki peringkat teratas. Pada era ini, Nintendo juga
mengeluarkan dua konsol genggam, yaitu Gameboy Advance, dan Nintendo DS,
handheld terbaru Nintendo yang berlayar ganda dan memiliki fitur online serta
touch sensitive. Sony pun mengeluarkan versi ekonomis dari PS, yaitu PSone.
Lalu, mereka memproduksi handheld pertamanya, PlayStation Portable (PSP) yang
hingga saat ini terus membayangi kesuksesan Nintendo DS.
Konsol
Game Generasi Ketujuh
sevent
Microsoft
telah menggeber XBox 360, sementara itu Sony dan Nintendo dengan PS3 dan Wii.
Pada generasi ketujuh ini konsol game memiliki grafis 3D yang sangat real.
selain itu juga pada generasi ini konsol game juga menggunakan fitur-fitur yang
ada di komputer, seperti wifi dan koneksi internet. Sehingga memungkinkan
masing-masing device saling terhubung dan para pengguna bisa bermain secara
multiplayer walaupun terpisah ruang.
Konsol
Game Generasi Kedelapan
Xbox-One-vs-PS4-vs-Wii-U-The-console-wars-–-a-statistical-analysis
Di
generasi kedelapan, konsol game semakin canggih dengan berbagai dukungan sensor
hingga hadirnya fitur-fitur yang tidak hanya mampu sebagai konsol game, namun
juga mampu sebagai Multimedia-Machine. Seperti Microsoft XBOX-One dengan Sensor
Kinect , Nintendo Wii-U dengan sensor Wii Remote dan Playstation 4 dengan
Sensor Playstation Move.
1.
1. Menentukan Spesifikasi Game
Misalnya dengan menentukan game yang akan dibuat 2D atau 3D
lalu, berapa rentan usia yang di targetkan dalam game yang akan dibuat. Lalu
tentukan juga berdasarkan settinganya, bagaimana strategi yang digunakan.
1.
2. Menentukan Alur Game
Dalam pembuatan game diperlukan penentuan jalan cerita dari game
yang akan kita buat, contohnya dengan seperti penentuan di berbagai level
(pasti di setiap level terdapat jalan cerita yang ketika levelnya semakin
tinggi maka tingkat kesulitanya pun semakin tinggi pula). Lain halnya ketika
kita membuat game yang berbasis animasi/film-film (seperti Harry Potter,
Spiderman, Cinderella, dll). Hal-hal yang harus kita ketahui jika kita memilih
game yang berbasis animasi/film-film adalah dimana tempatnya, bagaimana cara
mengalahkannya, berapa musuhnya, dll.
1.
3. Mencari bahan-bahan yang dibutuhkan
Bahan-bahan yang digunakan yaitu gambar-gambar, efek-efek, dan
juga musik atau backsound.
1.
4. Implementasi Program
Disini lah inti dari pembuatan game, yaitu pengkodingan atau mengimplementasi
ke dalam program. Pada tahap ini di butuhkan pemahaman tentang pemograman yang
berorientasi objek, grafika komputer dan juga pengetahuan tentang bahasa
pemograman tersebut.
1.
5. Mencoba dan Perbaikan program
Ini adalah tahap akhir dari semua perjalanan pembuatan game
yaitu pengecekan program aplikasi game yang anda buat. Dalam tahap ini
pengecekan yang dilakukan sebaiknya dilakukan oleh orang lain, agar kita dapat
mengetahui pendapat orang lain.
Banyak aplikasi untuk mebuat game yang bisa di gunakan siapapun
bukan hanya untuk yang ahli programing game tapi kita juga bisa membuat game
kita sendiri. Berikut adalah beberapa aplikasi yang biasa digunakan untuk
membuat game, game yang berbasis Flash yakni:
1.
AlbinoBlackSheep
2.
FlashKit
3.
Kirupa
4.
Lassie Adventure
Studio
5.
Sploder
6.
Anim8or
7.
Byond
8.
Game Discovery
9.
Martin Piecky’s
Website
10.
VGMusic
11.
Visionaire2d
12.
YoYoGames
13.
Charas-Project
14.
CrankEye
15.
DualSolace
16.
FreeMMORPGMaker
17.
PhanxGames
18.
PlayerWorlds
19.
RPG maker
20.
RPGCrisis
21.
RPG Revolution
sumber :
https://chikhungunya.wordpress.com/2011/05/26/definisi-game-dan-jenis-jenisnya/
http://www.wadezig.com/konsol-game-dari-masa-ke-masa/
https://indahapdew.wordpress.com/2012/03/14/apa-saja-yang-dibutuhkan-untuk-membuat-game-aplikasi-yang-biasa-digunakan-dan-jenis-jenis-game/