Senin, 03 November 2014

BAB V
MEMBETULKAN DAN MENGEFEKTIFKAN KALIMAT

A.pengantar
Kalimat efektif adalah kalmat yang dapat ditangkap dan mudah dipahami oleh pembaca,menghayati masing-masing tuturan itu.
B.Kesalahan kalmat
Kesalahan kalimat dari segi internal dapat dibedakan menjadi beberapa tipe, yang pertama kesalahan kandungan isi yang menyebabkan kalmat menjadi tidak logis seperti pada contoh berikut
1.       Apabila  kita merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti serangan jantung impoten, dan gangguan kehamilan
2.       Di dalam makanan tersebut terdapat banyak sekali vitamin,mineral, dan kalsium
Tentu saja kalimat di atas adalah kalimat tidak efektif bisa kita lihat dari kalimat (1) terdapat kata apabila yang seharusnya di ganti dengan kata ‘bila’ saja, dan pada kalimat dua terdapat kata ‘di dalam dan ‘banyak sekali’ yang tentunya sangat tidak efektif
C. Membetulkan Kesalahan Kalimat
Ada bebrapa jenis kesalahan dalam penusunan kalimat, yang pertama
1.Kalimat tanpa subjek
Dalam penusunan kalimat seringkali dengan kata depan atau preposisi, lalu verbnya emnggunakan bentuk aktif atau berawalan men-baik dengan atau tanpa akhir kan, seperti dibawah ini
                1.telah di temukan sebuah dompet berisi uang dan KTP
                2.jika terlalu banyak mengkonsumsi gula dalam menyebabkan penyakit kencing manis
                Untuk membetulkan kalimat di atas dapat dilakukan dengan
a.       Menghilangkan kata depan pada masing-masing kalimat tersebut
b.      Mengubah kata kerja pada kalimat tersebut, misalnya dari aktif menjadi pasif
Jadi kemungkinan pembetulan kalimat adalah
a.       di temukan sebuah dompet berisi uang dan KTP
b.      terlalu banyak mengkonsumsi gula dalam menyebabkan penyakit kencing manis
2.Kalimat Dengan Objek Berkata Depan
Contoh kalimat :
1.Artikel itu berisi tentang berita kebakaran di daerah jakarta utara
2. pagi itu dosen menerangkan mengenai contoh latihan UAS
Kalimat yang benar
1.       Artikel itu berisi berita kebakaran di daerah jakarta utara
2.       pagi itu dosen menerangkan  contoh latihan UAS
3.Konstruksi Pemilik Berkata Depan
Kesalahan pemakaian kata depan lain yang ditemui pada konstruksi frasa: termilik dan pemilik secara berlebihan sering ditemui adanya kecenderungan mengeksplisitkan hubungan antara termilik dengan pemilik dengan kata depan dari atau dari pada
1 kesehatan gratis merupakan hak dari setiap warga negara
2.kebutuhan akan alat-alat sekolah daripada hanphone android lebih diperlukan
Konstruksi prasa yang sejenis dengan hak dari setiap warga negara dan alat-alat sekolah daripada hanphone android sering kita dengar dalam pidato-pidato umumnya tanpa teks, misalnya
1.       ada berbagai jenis jenis buah di dunia ini
kesalahan yang sering terjadi ialah pemakaian verba seperti pada kaimat dibawah ini contohnya
1.setelah semua siap kelompok 6 siap memulai lomba makan burger
2. tiap pagi peserta harus memulai senam
Kalimat yang benar dengan menambhkan keterangan tempat
1.       setelah semua siap, kelompok 6 di aula siap memulai lomba makan burger
2.       setelah semua siap kelompok 6 siap memulai lomba makan burger di aula
4.Kalimat yang ‘pelaku” dan verbanya Tidak Di Bersesuaian
Contoh kalimat
1.       pada saat presentasi saya mendapatkan giliran pertama
2.       dalam pertikaian dia bertendang-tendangan dengan cepatnya
dalam kalimat pertama di perlukan orang kedua yang maju setelah orang pertama, dan pada kalimat kedua kata bertendang-tendangan menuntut adana orang kedua yang bertikai dengan orang pertama
5.Penempatan Yang salah Kata Aspek Pada Kalimat Pasif Berpronomina
 Yang salah :
1.       saya akan lakukan
2.       kami sudah gapai
3.        
yang benar :
1.       Akan saya lakukan
2.       Sudah kami gapai
6. Kesalahan Pemakaian Kata Sarana
contoh kalimat
1.       Di saat makan dilarang berbicara terlalu banyak
2.       Piring baru itu di letakan pada tempat sampah
Pada kalimat pertama kesalahan terletak pada kata ‘disaat’ karena kata tambahan DI menujukan kata tempat, dan pada kalimat kedua kesalahan terletak pada kata ‘pada’ karena menunjukan keadaan buka tempat.
C.Efektifitas kalimat
1. Kurang Padunya Kesatuan Gagasan
Telah kita ketahui bahwa setiap tuturan terdiri atas beberapa bagian atau setuan gramatikal. Agar tuturan itu memiliki setauan gagasan, satuan-satuan gramatikalnya harus lengkap. Perhatikan contoh berikut.
1.setelah bangun pagi, emon ingin menerapkan gaya hidup sehat dengan lari pagi, Emon lari   pagi di lapangan dekat rumahnya. Lapangannya sangat indah dan sejuk.
Pada kalimat satu memang tidak memiliki kesatuan gagasan, bahkan merupakan tuturan yang janggal, kejanggalan itu menunjukan antara gagasan yang pertama dengan kalimat kedua dan ketiga, tapi jika kita dapat telaah dengan baik semua kalimat itu menjurus ke satu gagasan pokok yaitu menerapkan gaya hidup sehat
Kurang ekonomis pemakaian kata
Contoh kalimat
1.memperhatikan mengenai masalah orang lain
2.Berpidato tentang lingkungan hidup
Kalimat yang benar
1. memperhatikan masalah orang lain
2. Berpidato lingkungan hidup
Demi penghematan itu, sebuah kalimat majemuk pun dapat diringkas menjadi kalimat tunggal
Kalimat majemuk:
>kebersihan lingkungan bukan hanya di lakukan oleh petugas kebersihan saja melainkan oleh semua orang
menjadi
>kebersihan lingkungan di lakukan oleh petugas kebersihan dan  semua orang
Atau
> kebersihan lingkungan di lakukan oleh  semua orang yang ada dalam masyarakat



Senin, 20 Oktober 2014

PEMBENTUKAN KATA
Pembentukan Kata Lebih Lanjut

                Yang dimaksud pembetukan kata lebih lanjut adalah pembentukan kata turunan melalui proses morfologi bahasa indonesia dengan kata-kata serapan sebagai bentuk dasarnya.kata-kata serapan,sebagai warga kosakata bahasa indonesia,dan juga dapat mengalami proses pembentukan sebagaimana kosakata yang lain.proses pembentukan ini ada 3 macam yaitu pengimbuhan,pengulangan, dan pemajemukan
                Pembicaraan mengenai pembentukan lebih lanjut sebenarnya seudah dimulai ketika dibicarakan konfiks peng-an dan ke-an dengan unsur serapan sebagai kata dasarnya. Begitu juga pengulangan kata ‘data’ ‘politisi’ dan ‘arwah’. Dalam kaitannya dengan penambahan awalan Imeng-, peng- i dan I peng-an perlu diamati apakah kata dasar yang berupa kata serapan itu diperlukan sama atau berbeda dengan kata-kata yang lebih asli
                Kata-kata yang diawali oleh konsonan hambatan tak bersuara /p/,/t/,/k/. Dan geseran apiko-elveolar    /s/ jika mendapat awalan Imeng-  atau peng- fonem tersebut hilang atau luluh. Contohnya:  hisap menjadi menghisap, tolong menjadi  penolong dan menolong
                 Kata-kata serapan yang diawali sengan konsoan hambatan bilabial tak bersuara /p/ contohnya: paket/parker/potret , jika mendapatkan awalan ­meng- ­dan  peng- menjadi memaketkan,memarkir,memotret .
kata-kata seapan yang di awali konsonan hambatan apiko dental tak bersuara contohnya :target,teror,terjemah,telpon. Apabila dibentuk dengan awala meng- menjadi menargetkan dan  mentargetkan meneror atau menteror, menerjemahkan  dan menelepon. jika dibentuk dengan peng-an menjadi penargetan atau pentargetan, peneroran atau penteroran.
Konsonan geseran labio-dental tak besuara /f/ contohnya: pikir menjadi memikirkan dan pemikiran fitnah menjadi memfitnah dan pemfitnah.
Konsonan hambatan sorso-velar tak bersuara /k/ yaitu kata kontrol,kontak,konsep jika di tambah awalan meng atau konfiks peng-an menjadi mengontrol dan  pengontrolan
Kata-kata serapan yang di awali dengan fonemgeseran apiko-dental tak bersuara contohnya : sample,setor, sekrup,setop. Jika mendapat awalan ­meng dan peng menjadi penyampel dan, menyampel, menyetor dan penyetor
Kata dasar serapan yang diawali oleh gugusan konsonan /pr/ seperti pada protes,program jika mendapat awalanmeng- /p/ tidak luluh menjadi memprotes dan memprogram, jika mendapat awalan meng-an /p/- nya menjadi pemrotesan,pemrograman,pemroduksian
Kata serapan yang diawali gugus konsonan /tr/,/kt/ dan /st/, kata kata serapan yang diawali gugus /kr/ contohnya kritik,kristal konsonan /k/nya tidak hilang bila mendapat awalan meng- menjadi  : mengkritik, mengkristal
                Kata serapan yang diawali dengan gugusan /tr/,/st./sk/,/sp/,/pl/,/kl/ konsonan awalnya tidak pernah mengalami peleburan,baik dalam dalam pembentukan dengan awalan meng- peng- maupun konfiks peng-an .Kata kata serapanyang diawali oleh gugus konsonan yang terjadi atas tiga fonem yang pertama berupa hambatan atau geseran tak bersuara,kalau ada tentu konsonan pertamanya tidak pernah lebur apabila mendapat awalan meng- atau peng-. kata-kata serapan serapan tersebut tentu saja dapat mengalami proses pengulangan seperti pada traktor-traktor, komputer-komputer. Dan sebaliknya kata serapa tidak dapat mengalami perulangan sebagai yang berupa dwipura atau dwiwasana contohnya  mempraktis-praktiskan, mengkritik-kritik














Senin, 13 Oktober 2014

UCAPAN DAN EJAAN

A.Ucapan
Bahasa indonesia merupakan bahasa nasional yang kita sebagai warga negara indonesia pergunakan, tapi sebagian besar bagi penuturnya adalah bahasa kedua, bahasa indonesia yang mereka pergunakan terpengaruh oleh basa indonesia yang sebelumnya telah mereka kuasai, hal ini dapat sangat berpengaruh kepada semua aspek ketatabahasaan, ciri yang paling jelas yaitu dalam hal pengucapan kata yang terkadang bercampur dengan bahasa lain yang kita kuasai, hal ini yang membuat perbedaan antara penutur yang satu dengan lainnya, sering juga kita dengan mudah dapat mengetahu asal daerah orang tersebut dengan hanya melakukan percakapan dengannya contohnya jika orang di luar jawa seperti padang dan medan berbicara dengan orang jawa, maka di sini satu sama lain akan menggunakan bahasa indonesia yang telah tercampur dengan pengucapan daerah masing-masing sehingga membuat khas.
B.Ejaan
1. pengantar
                Ejaan penting dalam penggunaan ejaan yang menggunakan bahasa indonesia, dalam menulis dan berbicara kita tidak hanya di tuntut menggunakan bahasa yang sopan tapi juga dari segi ejaan harus di perhatikan menggunakan ejaan yang baik dan benar, memilih kata yang tepat dan sesuai dengan ejaan yang bersumber pada EYD
                Pada tahun 1947 mulai berlaku ejaan Soewardi atau ejaan republik, sebelum ejaan Soewardi berlaku berlaku ejaan van Ophuysen yang ketentuannya di muat dalam Kitab Logat Malajoe yang di susun dengan bantuan Engku Nawawi Gelar Soctan Ma’Mue dan Muhammad Tab Soetan Ibrahim. Ejaan ini dinyatakan ini dinyatakan mulai berlaku pada tahun 1901, sebelum ejaan van Ophuysen berlaku dalam tulis menulis dalam  bahasa Melayu yang menggunakan huruf jawi dan Earab Melayu dan juga dengan huruf latin dengan ejaan yang tidak teratur
2.Penulisan Huruf
a.Penulisan Huruf Kapital
                Sudah kita ketahui sebelumnya  huruf kapital dalam sebuah kalimat sangat penting perannya  contohnya dalam penggunaan kata ganti orang, menulisan awal kalimat, nama daerah, nama orang, kitap suci dll. Di sini saya akan memberikan contoh penggunaan huruf kapitasl dalam sebuah kalimat
Ø  Dalam menggunakan kata gantia Tuhan sepert Dia, engkau
Contoh  :
Aku harap Dia selalu mengingat hamba-nya
Hanya Engkau yang paling tertinggi di dunia ini

Ø  Dalam menggunakan kata ganti gelar kehormatan,keturunan
Contoh :
Haji Bambang  Kurdi
Nabi Musa
Hadi Joyo Diningrat

Ø  Dalam menulis nama jabatan
Contoh :
Walikota Bandung
Direktur pt.Maju jaya

Ø  Nama diri dan lembaga yang terdiri dari beberapa huruf
Contoh :
Sudirmar Hasanudin Sifudin, Wijaya Kusuma

Ø  Nama lembaga
Contoh :
Lembaga Pemberantasan Korupsi
Indonesia Koruption Watch

b.Huruf Besar Dan Huruf Kapital
                Seperti halnya nama Lembaga, judul buku atau karangan kata-katanya harus diawali dengan huruf kapital. Kecuali yang berupa kata tugas, berbeda dengan nama lembaga,judul buku atau nama koran,harus di tulis dengan huruf tebal,apalgi ditulis dengan tangan kata-kata yang merupakan judul buku ini harus di beri garis bawah:
Ø  Penulisan Nama Buku atau Judul Artikel
Contoh:  Buku Besar Pemrograman C, Pendidikan Kewarganegaraan

Ø  Judul naskah buku atau naskah yang di tulis menggunakan huruf Miring
                contoh : Pendidikan Kewarganegaraan, Buku Besar Pemrograman C
3. Penulisan Partikel dan Awalan
                Penulisan Partikel dan Awalan yang sesuai dengan EYD perlu di perhaikan penulisan kata atau partikel yang di rangkaikan dan yg tidak di rangkaikan
Ø  Kata awalan yang harus di tulis serangkai yaitu adi-
Contoh : adimarga, adibusana
Ø  Kata ‘antara’ ditulis terpisah sedangkan kata ‘antar’ ditulis serangkai
Contoh: antar pulau,antar Provinsi
Ø  Kata ‘maha’ apabila dirangkai tululis serangkai
Contoh : Mahatahu,mahaadil,mahahebat
Ø  Kata ’pra’, ‘pasca’ ditulis serangkai
Contoh : pascasarjana,prahara
Ø  Kata ‘anti, ‘non’ ,’non’, ‘sub’,’poli’,’ultra’ ditulis serangkai
Contoh : antiradiasi,nongelat,subunit,ultramodern
Ø  Gabungan dua kata yang diapit oleh awalan dan akhiran di tulis serangkai
Contoh : ketidaktahuan.kemampuan
Ø  Kata yang harus ditlis serangkai adalah
Contoh : sekaligus,apabila,bilamana

4.Penulisan Bilangan
                Bilangan ada yang haus di tulis dengan angka ada pula yang harus di tulis dengan huruf, bilangan yang menunjukan tangal,tahun,bulan atau nomer h=rumah harus di tulis dengan angka contohnya ‘tanggal 12 bulan 10 tahun 2009’
                Jumlah yang menunjuka jumlah dari satu sampai sembilan ditulis dengan huruf seperti “lima ratus ribu” kecuali yang di tulis dala tabel dan grafik menggunakan angka karena untuk memperjelas  pembaca adlam memahami
5.Tanda Baca
Ø  Tanda titik (.), di gunakan untuk menandai berakhirnya kalimat
Contohnya :
 Hilman selesai bermain sepeda di taman.
Kue yang dibeli Ibu rasanya manis sekali.

Ø  Tanda koma (,) digunakan untuk menandai adanya jeda
Contoh :
Walaupun sakit,pak Ardi tetap bekerja demi keluarga
Meskipun mengantuk, Lira tetap belajar demi ujian besok

Ø  Titik koma(;)
 digunakan untuk memisahkan kalimat yang sejenis dan setara
Contoh : Aris menggunakan pensil bewarna merah ; Ares menggunakan pensil bewarna biru

Digunakan untuk membatasi bagian kalimat yang mengandung koma
Contih : di taman Rayi bermain baseball,bola dan tenis ; sedang Nina bermain pingpong,futsal dan basket

Ø  Titikdua(:)
Di pakai di akhir dari suatu pernyataan yang diikuti dengan penjelasan dan rincian
Contoh :
Nama pemain : Kobe bryant,Lebron James

Ø  Tanda petik(“-“)
Tanda petik dalam sebuah tulisan biasanya dicetak dengan huruf miring

Ø  Tanda Hubung(-):
tanda yang digunakan untuk menghubungkan kata-kata yang diulang,
contoh:
Sayur-sayuran
                          Buah-buahan

Digunakan untuk huruf-huruf dirangkaikan dengan bilangan,
contoh:
Abad ke-21
Dokumen kerja-nya terbakar.

Digunakan juga untuk membatasi tanggal, bulan dan tahun apabila semuanya ditulis angka,
contoh:
Bekasi, 08-09-2009

Digunakan untuk menghubungkan awalan dan akhiran tanda baca dalam bahas asing,
contoh:
 Di-smash
Di-halai


6.Tanda baca lain
                Tanda baca lain ada beberaoa macam contohnya tanya(?), tanda seru(!), tanda kurung buka (),jurung siku([]), tanda  garis miring ,dan tanda penyingkat (‘)
                Contoh:
penggunaan tanda tanya : Apakah dia baik baik saja?
penggunaan tanda seru : Cepat lakukan pekerjaan itu!
penggunaan tanda kurung : Masalah program tersebut mengeai hal (1) . (2)
penggunaan tanda siku : si Rusa men[d]engar ada singa mendekati anaknya
penggunaan garis miring : Perum mutiara blok D9/09
penggunaan tanda penyingkat :  Rumah kecil itu ‘kan ku buat menjadi besar (‘kan: akan)

Jumat, 20 Juni 2014

PUISI

Kegelisahan atau harapan

Kegelisahan adalah  hitam
Raharpan adalah putih
Manusia lahir ke dunia dengan harapan
Bukan dengan kegelisahan
            Walau terkadan kegelisahan itu sering muncul
Menusuk dan meracuni pikiran kita
            Tapi di balik itu terdapat sebuah harapan besar
Harapan yang positif yang putih bersih bagai salju
Hidup ini bagai sampan kecil yang terkena ombak besar
Tak bisa berbuat apa apa
Tapi kita masi punya harapan untung mengubah semua
Karena sesungguhnya manusia hidup untuk berharap dan terus berusah
           



Manusia dan harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing, Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dan kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
• keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
• pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.


Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.
Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia.
Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.



Manusa dan kegelisahan

       Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala; memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya; duduk termenung sambil memegang kepalanya; duduk dengan wajah munmg atau sayu, malas bicara; dan lain-lain.

       Kegelisahan menipakan salah satu elcspirsi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
- Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektit), kecemasan neorotfic dan kecemasan moril.

- a). Kecemasan obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.

B. Kecemasan neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni :
1. Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan..
Contoh :
- Didi anak laki-laki berumur 10 tahun. Ia duduk di kelas V SD. Pada suatu hari ia diberitahu ayahnya, bahwa bulan depan ayahnya dipindahkan ke kota lain. Mereka sekeluarga haws pindah. Sudah tentu Didi hams ikut. Jadi ia haws pindah sekolah di kota tempat ayahnya bertugas. Ibu Didi nampak gelisah, karena tinggal di tempat yang lama ia sudah betah, berkat adanya seorang ibu yang aktif menguinpulkan dan memajukan ibu-ibu. Lebih-lebih Didi, kareana baik di kampung maupun di sekolah Didi banyak kawannya. Karena itu ia takut kalau di tempat yang barn kelak ia tidak akan merasa betah. Bila tidak ikut pindah, akan ikut siapa; ikut pindah bagaimana di tempat yang barn nanti. Ia takut pada bayangannya sendiri.
-
2. Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah, bahwa intensitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenamya dari obyek

- yang ditakutkannya. Misalnya seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah dianalisis; ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon karet oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya. Dalam suatu pertengkaran ia memecahkan balon adiknya, sehingga ia mendapat hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet.
3 Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini munculnnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan din yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id meskipun ego dan superego melarangnya.
Contoh :
- Seseorang yang tidak biasa menyanyi atau bicara didepan umum, sekonyong-konyong diminta untuk menyanyi atau berpidato, maka ia gelisah, gemetar, dan hilang keseimbangan, sehingga sulit berbicara atau menyanyi.

4 kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang.Tiap pribadi memiliki bennacam-macam emosi antara lain: hi, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pemyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang dapat dipahami orang lain.
Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa. Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang cantik, maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan, sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan, sehingga kawan-kawannya lebih dinilai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menyamai kawan-kawannya demikian menimbulkan kecemasan moril.

Sebab sebab orang gelisah

-Keterasingan

-Kesepian

-Ketidakpastian



Sabtu, 03 Mei 2014

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Makalah Ilmu Budaya ditempatkan dan
Manusia Dan tanggung Jawab



Oleh
ALVIN SULVIAN
(50413743)
1IA11

UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
Saya
KATA PENGANTAR
 Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa KARENA Artikel Baru
Rahmat Dan ridha-nya lah Penulis dapat menyelesaikan Karya tulisnyang berjudul MANUSIA DAN Tanggung JAWAB inisial TEMPAT waktu. di buatnya   Karya tulis inisial bertujuan untuk memenuhi Tugas MATA KULIAH ILMU BUDAYA KALBE
           
JAKARTA, 03 MEI 2014









                                                                                               

                                                                                               







II
BAb ISI

LEMBAR JUDUL...................................................................................................i
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTRA ISI............................................................................................................iii
BAB 1 PENDAHULUAN ............................................... ........................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................... .......................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................... ..................................; .. 1
1.3 Tujuan Penulisan ............................................... ...................................... 1
BAB II Landasan cooperative
 2,1 tanggung pengertian Jawab .................................................... 2
2.2 pengertian manusia ................................................................ 3
2.3.sebab sebab penderitaan ............................................. ....................................... 4

BAB III PENUTUP
3.1 menipis ............................................................................ 7
BAb PUSTAKA .............................................................................................8





III
        BAB I
PENDAHULUAN
1.1 L atar Belakang
Tanggung Jawab adalah salat Satu ajaran Pokok Bahasa Dari Agama. Bahwa Tuhan Maha Adil, Maka terkait masih berlangsung orangutan Pasti Akan mempertanggung jawabkan perbuatannya, sekecil apapun ITU, Dan Akan mendapatkan balasan setimpal Yang. Balasan Bisa di terima kelak di akhirat, atau sekarang di Dunia, atau bahkan doa-duanya, dibalas di Dunia Dan diakhirat.
Perilaku tanggung Jawab harus diterapkan dimana Saja kitd berada KARENA Suami merupakan sifat Yang terpuji, KARENA ITU Diposkan oleh kitd Wajib bertanggung Jawab Atas Segala bentuk apapun Yang kitd perbuat, entah ITU Perbuatan BAIK ataupun regular tidak. Bertanggung Jawab berarti kitd juga telah berlaku jujur.
Tanggung Jawab kitd sebagai manusia ITU bermacam-macam MULAI bahasa Dari beribadah kepada Tuhan, Wire color Kawat warna Kalifatullahi atau sebagai seorang pemimpin.
Maka bahasa Dari ITU kitd sebagai manusia makhluk Yang Sempurna harus bersikap tanggung Jawab dibidang apapun atau diprofesi apapun Yang kitd jalani agar * Semua Yang kitd lakukan mendapat Ridho Tuhan Yang Maha Bahasa Dari Esa. 1.2. Tujuan Penulisan
Penulisan 1.2Tujuan
makalah Suami adalah untuk menuntaskan Tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar Yang menjadi salat Satu syarat kelulusan Dalam, alt Proses Pembelajaran di jenjang S1 Teknik Mesin Universitas Gunadarma. Selain ITU, diharapkan makalah Suami menjadi tulisan Yang bermanfaat Dan menjadi Referensi * Bagi * Semua orangutan Yang membacanya.
1.3. Rumusan Masalah
Bahasa Dari Latar Belakang Yang telah dijelaskan di Overdue Tadi, Maka SAYA mengambil Pokok masalah menjadi 3 rumusan Yang Akan dibahas selanjutnya. Berikut adalah rumusan / Pokok masalah:
            -Pengertian tanggung Jawab
            -Pengertian manusia
           Macam Macam-tanggung Jawab



1
        BAB II
Landasan cooperative
2.1 pengertian tanggung Jawab
Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia Akan tingkah laku atau perbuatannya Yang disengaja maupun Yang regular tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran Akan kewajibannya.
Andari seorang Mahasiswa, assets nama dan Kembali adalah Belajar. Bila nama dan Kembali Belajar Maka Hal ITU berarti nama dan Kembali telah memenuhi kawajuban nama dan Kembali. Berarti pula nama dan Kembali telah bertanggung Jawab Atas assets nama dan Kembali. Sudah tentu, bagaimana kegiatan Belajar nama dan Kembali, itulah Kadar pertanggung jawaban nama dan Kembali. Bila nama dan Kembali PADA Ujian mendapat value per share C, atau B Maka value per share C atau B Kadar pertanggung jawaban nama dan Kembali.
Andari malas Belajar, Dan nama dan Kembali Sadar Akan Hal ITU. Tetapi nama dan Kembali Tetap regular tidak mau Belajar Artikel Baru alasan capek, Segan, Dan berbaring-berbaring. Hal PADA nama dan Kembali menghadai Ujian. Itu berarti bahwa nama dan Kembali regular tidak memenuhi assets nama dan Kembali, berarti pula nama dan Kembali regular tidak bertanggung Jawab.
Lain Lagi masalahnya apabila nama dan Kembali diberi Tugas Diposkan oleh ayah nama dan Kembali untuk membelikan Buku * Bagi adik nama dan Kembali. Andari regular tidak membeli Buku Dan uangnya nama dan Kembali Artikel Baru belikab Kaset lagu-lagu baru Negara. Andari Sadar Akan ITU hal. Kaset ITU diberikan kepada adik nama dan Kembali. Adik nama dan Kembali Senang Sekali. Andari regular tidak melapor juga kapada ayat nama dan Kembali. Perbuatan ITU menunjukkan bahwa nama dan Kembali regular tidak bertanggung Jawab, meskipun adik nama dan Kembali Artikel Baru lebih Senang Kaset lagu baru Negara nihil.
Berdasarkan PADA pemikiran bahwa tindakan ataupun perbuatannya terkait masih berlangsung manusia, regular tidak berdiri Sendiri, Dalam, arti Pasti berakibat sesuatu. Maka apabila terjadi sesuatu sudah consumer tentu seseorang Yang dibebani tanggung Jawab nihil Wajib bertanggung Jawab Atas Segala sesuatunya Tadi. Dan KARENA manusia regular tidak dapat berdiri Sendiri, Maka seseorang baru Negara dikatakan bertanggung Jawab apabila Sadar kalau APA Yang dilakukan berdasarkan norma-norma Umum Yang berlaku.



2
2.2 manusia pengertian
Manusia  atau orangutan dapat diartikan berbeda-Beda Bahasa Dari Segi biologis , Rohani , Dan istilah Kebudayaan , atau secara Campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens ( Bahasa Latin Yang berarti "manusia Yang industri tahu"), sebuah spesies primata Bahasa Dari golongan mamalia Yang dilengkapi otak berkemampuan Tinggi. Dalam, Hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwanya Yang Bervariasi di mana, Dalam, Agama , dimengerti Dalam, hubungannya Artikel Baru kekuatan ketuhanan atau makhluk Hidup ; Dalam, Mitos , mereka juga seringkali dibandingkan Artikel Baru ras berbaring. Dalam, ANTROPOLOGI Kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya , organisasi mereka Dalam, 'masyarakat majemuk Serta perkembangan teknologinya , Dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk nama kelompok Dan Lembaga untuk dukungan Satu sama berbaring pertolongan Serta.                       
Penggolongan manusia Yang memucat Utama adalah berdasarkan JENIS kelaminnya . Secara Alamiah, JENIS kelamin seorang Anak Yang baru Negara lahir entah laki-laki atau Perempuan . Anak Muda laki-laki sebagai dikenal putra Dan laki-laki DEWASA sebagai Pria . Anak Muda       
 Perempuan dikenal sebagai putri Dan Perempuan DEWASA sebagai Wanita .   
Penggolongan TOTAL adalah berdasarkan USIA, MULAI Bahasa Dari Janin , Bayi , balita , Anak-anak , Remaja , akil Balik , pemuda / i, DEWASA , dan (orang) Tua .         
Selain ITU Masih BANYAK penggolongan-penggolongan Yang TOTAL, berdasarkan fisik CIRI-CIRI (Warna kulit, Rambut, mata, bentuk Hidung, Tinggi badan), afiliasi sosio-Politik-Agama (penganut Agama / kepercayaan XYZ, Warga Negara XYZ, anggota Partai XYZ ), hubungan kekerabatan (Keluarga: Keluarga Dekat, Keluarga Jauh, Keluarga Tiri, Keluarga Angkat, Keluarga ASUH, Teman, musuh) Dan LAIN sebagainya.






3
2.3 Macam Macam tanggung Jawab
Tanggung Jawab manusia terhadap Diri Sendiri
MENURUT sifatnya manusia dalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang Pribadi, Dan sebagai makhluk Pribadi manusia mempunyai Pendapat Sendiri, Sendiri perasaan, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah tentu consumer apabila Perbuatan Dan tindakan nihil dihadapan orangutan Banyak, Bisa jadi mengundang kekeliruan Dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia ITU Dalam, mengisi kehidupannya memperoleh makna, Maka Atas Diri manusia Perlu diberi Tanggung Jawab.


Tanggung Jawab kepada Keluarga
Masyarakat Kecil ialah Keluarga. Keluarga adalah Suami-Istri, ayah-Mengajukan Dan Anak-anak, Dan juga orangutan orangutan berbaring Yang menjadi anggota Keluarga. TIAP anggota Keluarga Wajib bertanggung Jawab kepada keluarganya. Tanggung Jawab Suami menyangkut Nama BAIK Keluarga. Tetapi Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, Pendidikan, Dan Kehidupan.
Tanggung Jawab kepada 'masyarakat
Satu kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sisial. Manusia merupakan 'masyarakat anggota. KARENA ITU, Dalam, berpikir, bertingkah laku, berbicara, Dan sebagainya manusia Terikat Diposkan oleh 'masyarakat. Wajarlah apabila Segala tingkah laku Dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada 'masyarakat.
Secara kodrati Bahasa Dari sejak lahir Wire color Kawat warna manusia mati, memerlukan bantuan orangutan berbaring. Terlebih Lagi PADA Zaman Yang sudah semakin Maju inisial. Secara langsung maupun regular tidak langsung manusia membutuhkan Hasil Karya Dan Jasa orangutan berbaring untuk memenuhi Segala kebutuhan Hidup. Dalam, kondisi INILAH manusia membutuhkan Dan Kerja Sama Artikel Baru orangutan berbaring.
4
Kekuatan PADA manusia pda hakikatnya regular tidak terletak PADA kemampuan fisik ataupun kemampuan jiwanya Saja, namun juaga terletak PADA kemampuan manusia bekerjasama Artikel Baru manusia berbaring. KARENA Artikel Baru manusia berbaring, mereka dapat menciptakan Kebudayaan Yang dapat membedakan manusia Artikel Baru makhluk Hidup berbaring. Yang menyadarkan manusia ADA tingkat Mutu, martabat Dan Harkat, sebagai manusia Yang Hidup PADA Zaman sekarang Dan Akan Datang.
Dalam, * Semua Suami Nampak bahwa Dalam, mempertahankan Hidup Dan Mengejar Kehidupan Yang lebih Baik, manusia dapat Mustahil Mutlak berdiri Sendiri Tanpa bantuan atau Kerja Sama Artikel Baru orangutan berbaring. Kenyataan Suami menimbulkan kesadaran bahwa Segala Yang dicapai Dan kebahagiaan Yang dirasakan Diposkan oleh manusia PADA dasarnya Berkat bantuan atau Kerja Sama Artikel Baru orangutan berbaring 'masyarakat didalam. Kesadaran demikian melahirkan kesadaran bahwa manusia terpanggil hatinya terkait masih berlangsung untuk melakukan APA Yang terbaik * Bagi orangutan berbaring Dan 'masyarakat. Boleh jadi INILAH Tanggung Jawab manusia Yang Utama Dalam, Hidup kaitannya Artikel Baru 'masyarakat
Tanggung Jawab kepada Bangsa / Negara
Satu kenyataan Lagi, bahwa TIAP manusia, TIAP adalah individu Warga nagara suatu Negara. Dalam, berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia Terikat Olah norma-norma atau UKURAN-UKURAN Yang dibuat Negara Diposkan oleh. Manusia regular tidak dapat berbuat Semau Sendiri. Bila Perbuatan manusia ITU salat, Maka besarbesaran harus bertanggung Jawab kepada Negara.
Tanggung Jawab kepada Tuhan
Manusia ADA regular tidak sendirimya Artikel Baru, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan Diri Sendiri Artikel Baru Sarana-Sarana PADA dirinya yaitu Pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, Dan Sekitarnya alam.
Dalam, mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku Dan berbuat. Sudah tentu perbuatannya manusia Dalam, cara membuat BANYAK kesalahan BAIK yangdisengaja maupun regular tidak. Sebagai Hamba Tuhan, manusia harus bertanggung Jawab Atas Segala Perbuatan Yang saalah ITU Artikel Baru atau istilah Agama Atas Segala dosanya.
5
Dalam, Kehidupan sehari-aceh manusia bersembahyang Sesuai Artikel Baru perintah Tuhan. Apabila regular tidak bersembahyang, Maka manusia harus mempertanggung jawabkan ITU kelalaiannya ITU diakhirat kelak.
Manusia Hidup Dalam, Perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi Bila manusia regular tidak BEKERJA Keras untuk kelangsungan hidupnya, Maka Segala akibatnya harus dipikul Sendiri, penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia menutupi perbuatannya Yang salat Artikel Baru Segala jalan Sesuai Artikel Baru kondisi Dan kemampuannya, misalnya Artikel Baru hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (ancaman), namun manusia tak dapat lepas tanggung jawabnya kepada Bahasa Dari Tuhan.













6
BAB III
PENUTUP

3.1 menipis
Mansia adalah makluk ciptaan Tuhan Yang memucat Sempurna, Yang memiliki Pikiran, nalar Dan berbaring berbaring, PADA mulanya saay di lahirkan manusia regular tidak memiliki tanggung Jawab APA APA KARENA mereka masi belum dapat berfikir secara logika, TAPI lama kelamaan seiring pertumbuhan Dan Pola Pikir Yang Terus Berkembang , manusia Pasti Akan mempnyai rasa tanggung Jawab Sendiri entah kepada Tuhan, Diri Sendiri atau PADA 'masyarakat
Dan seiring waktu berjalan Sesuai Artikel Baru umur kitd Yang Terus bertambah Maka rasa tanggung Jawab ITU Akan semkin Besar contohnya PADA SAAT kitd masi Kecil kitd mempunyai Tanggu Jawab untuk Belajar, Makan, air minum, TIDUR Siang, Lalu Penghasilan kena menginjak Masa Remaja kitd di tuntut untuk berfikir semakin DEWASA tentang bagaimana Kehidupan kitd Nanti Penghasilan kena DEWASA Nanti contohnya dimana kitd Akan melanjutkan Pendidikan sma Dan kuliah di Perguruan tingi, Dan juga MULAI bertanggung Jawab Penuh terhadap Diri Sendiri Tanpa kitd Lagi tergantug PADA orangutan Tua Lagi, Dan Penghasilan kena Tua Nanti Yang menjadi tanggung Jawab kitd adalah Keluarga mengurus, mengurus Anak, bagaimana menafkahi Anak dll
            Jadi kesimpulannya kitd sebagai manusia regular tidak Bisa terhindar Bahasa Dari tanggung Jawab Yang Bisa kitd lakukan adalah menjalankan sebaik baiknya tanggung Jawab Yang telah kitd dapat Yang menjadi assets kitd sebagai manusia, regular tidak mnghindar Bahasa Dari tanggung Jawab KARENA ITU justru menjadi bom waktu Akan Yang Akan menyusahkan Kehidupan kitd suatu SAAT Nanti





7

BAb PUSTAKA
Widyosiswoyo, Supartono. 1992. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Ghalia Indonesia.
http://khusus-tugas.blogspot.com/2013/05/makalah-manusia-dan-tanggung-jawab.html
Whidagdo, Djoko.Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2003
Drs. Djoko Widagdho, dkk, Ilmu Budaya Dasar, (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hlm. 144.
Drs. H. Ahmad Mustofa, IBD, (Bandung: Pustaka Setia, 1999), hlm. 133
Drs. Djoko Widagdho, dkk, Ilmu Budaya Dasar, (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hlm. 147.














8