Senin, 13 Oktober 2014

UCAPAN DAN EJAAN

A.Ucapan
Bahasa indonesia merupakan bahasa nasional yang kita sebagai warga negara indonesia pergunakan, tapi sebagian besar bagi penuturnya adalah bahasa kedua, bahasa indonesia yang mereka pergunakan terpengaruh oleh basa indonesia yang sebelumnya telah mereka kuasai, hal ini dapat sangat berpengaruh kepada semua aspek ketatabahasaan, ciri yang paling jelas yaitu dalam hal pengucapan kata yang terkadang bercampur dengan bahasa lain yang kita kuasai, hal ini yang membuat perbedaan antara penutur yang satu dengan lainnya, sering juga kita dengan mudah dapat mengetahu asal daerah orang tersebut dengan hanya melakukan percakapan dengannya contohnya jika orang di luar jawa seperti padang dan medan berbicara dengan orang jawa, maka di sini satu sama lain akan menggunakan bahasa indonesia yang telah tercampur dengan pengucapan daerah masing-masing sehingga membuat khas.
B.Ejaan
1. pengantar
                Ejaan penting dalam penggunaan ejaan yang menggunakan bahasa indonesia, dalam menulis dan berbicara kita tidak hanya di tuntut menggunakan bahasa yang sopan tapi juga dari segi ejaan harus di perhatikan menggunakan ejaan yang baik dan benar, memilih kata yang tepat dan sesuai dengan ejaan yang bersumber pada EYD
                Pada tahun 1947 mulai berlaku ejaan Soewardi atau ejaan republik, sebelum ejaan Soewardi berlaku berlaku ejaan van Ophuysen yang ketentuannya di muat dalam Kitab Logat Malajoe yang di susun dengan bantuan Engku Nawawi Gelar Soctan Ma’Mue dan Muhammad Tab Soetan Ibrahim. Ejaan ini dinyatakan ini dinyatakan mulai berlaku pada tahun 1901, sebelum ejaan van Ophuysen berlaku dalam tulis menulis dalam  bahasa Melayu yang menggunakan huruf jawi dan Earab Melayu dan juga dengan huruf latin dengan ejaan yang tidak teratur
2.Penulisan Huruf
a.Penulisan Huruf Kapital
                Sudah kita ketahui sebelumnya  huruf kapital dalam sebuah kalimat sangat penting perannya  contohnya dalam penggunaan kata ganti orang, menulisan awal kalimat, nama daerah, nama orang, kitap suci dll. Di sini saya akan memberikan contoh penggunaan huruf kapitasl dalam sebuah kalimat
Ø  Dalam menggunakan kata gantia Tuhan sepert Dia, engkau
Contoh  :
Aku harap Dia selalu mengingat hamba-nya
Hanya Engkau yang paling tertinggi di dunia ini

Ø  Dalam menggunakan kata ganti gelar kehormatan,keturunan
Contoh :
Haji Bambang  Kurdi
Nabi Musa
Hadi Joyo Diningrat

Ø  Dalam menulis nama jabatan
Contoh :
Walikota Bandung
Direktur pt.Maju jaya

Ø  Nama diri dan lembaga yang terdiri dari beberapa huruf
Contoh :
Sudirmar Hasanudin Sifudin, Wijaya Kusuma

Ø  Nama lembaga
Contoh :
Lembaga Pemberantasan Korupsi
Indonesia Koruption Watch

b.Huruf Besar Dan Huruf Kapital
                Seperti halnya nama Lembaga, judul buku atau karangan kata-katanya harus diawali dengan huruf kapital. Kecuali yang berupa kata tugas, berbeda dengan nama lembaga,judul buku atau nama koran,harus di tulis dengan huruf tebal,apalgi ditulis dengan tangan kata-kata yang merupakan judul buku ini harus di beri garis bawah:
Ø  Penulisan Nama Buku atau Judul Artikel
Contoh:  Buku Besar Pemrograman C, Pendidikan Kewarganegaraan

Ø  Judul naskah buku atau naskah yang di tulis menggunakan huruf Miring
                contoh : Pendidikan Kewarganegaraan, Buku Besar Pemrograman C
3. Penulisan Partikel dan Awalan
                Penulisan Partikel dan Awalan yang sesuai dengan EYD perlu di perhaikan penulisan kata atau partikel yang di rangkaikan dan yg tidak di rangkaikan
Ø  Kata awalan yang harus di tulis serangkai yaitu adi-
Contoh : adimarga, adibusana
Ø  Kata ‘antara’ ditulis terpisah sedangkan kata ‘antar’ ditulis serangkai
Contoh: antar pulau,antar Provinsi
Ø  Kata ‘maha’ apabila dirangkai tululis serangkai
Contoh : Mahatahu,mahaadil,mahahebat
Ø  Kata ’pra’, ‘pasca’ ditulis serangkai
Contoh : pascasarjana,prahara
Ø  Kata ‘anti, ‘non’ ,’non’, ‘sub’,’poli’,’ultra’ ditulis serangkai
Contoh : antiradiasi,nongelat,subunit,ultramodern
Ø  Gabungan dua kata yang diapit oleh awalan dan akhiran di tulis serangkai
Contoh : ketidaktahuan.kemampuan
Ø  Kata yang harus ditlis serangkai adalah
Contoh : sekaligus,apabila,bilamana

4.Penulisan Bilangan
                Bilangan ada yang haus di tulis dengan angka ada pula yang harus di tulis dengan huruf, bilangan yang menunjukan tangal,tahun,bulan atau nomer h=rumah harus di tulis dengan angka contohnya ‘tanggal 12 bulan 10 tahun 2009’
                Jumlah yang menunjuka jumlah dari satu sampai sembilan ditulis dengan huruf seperti “lima ratus ribu” kecuali yang di tulis dala tabel dan grafik menggunakan angka karena untuk memperjelas  pembaca adlam memahami
5.Tanda Baca
Ø  Tanda titik (.), di gunakan untuk menandai berakhirnya kalimat
Contohnya :
 Hilman selesai bermain sepeda di taman.
Kue yang dibeli Ibu rasanya manis sekali.

Ø  Tanda koma (,) digunakan untuk menandai adanya jeda
Contoh :
Walaupun sakit,pak Ardi tetap bekerja demi keluarga
Meskipun mengantuk, Lira tetap belajar demi ujian besok

Ø  Titik koma(;)
 digunakan untuk memisahkan kalimat yang sejenis dan setara
Contoh : Aris menggunakan pensil bewarna merah ; Ares menggunakan pensil bewarna biru

Digunakan untuk membatasi bagian kalimat yang mengandung koma
Contih : di taman Rayi bermain baseball,bola dan tenis ; sedang Nina bermain pingpong,futsal dan basket

Ø  Titikdua(:)
Di pakai di akhir dari suatu pernyataan yang diikuti dengan penjelasan dan rincian
Contoh :
Nama pemain : Kobe bryant,Lebron James

Ø  Tanda petik(“-“)
Tanda petik dalam sebuah tulisan biasanya dicetak dengan huruf miring

Ø  Tanda Hubung(-):
tanda yang digunakan untuk menghubungkan kata-kata yang diulang,
contoh:
Sayur-sayuran
                          Buah-buahan

Digunakan untuk huruf-huruf dirangkaikan dengan bilangan,
contoh:
Abad ke-21
Dokumen kerja-nya terbakar.

Digunakan juga untuk membatasi tanggal, bulan dan tahun apabila semuanya ditulis angka,
contoh:
Bekasi, 08-09-2009

Digunakan untuk menghubungkan awalan dan akhiran tanda baca dalam bahas asing,
contoh:
 Di-smash
Di-halai


6.Tanda baca lain
                Tanda baca lain ada beberaoa macam contohnya tanya(?), tanda seru(!), tanda kurung buka (),jurung siku([]), tanda  garis miring ,dan tanda penyingkat (‘)
                Contoh:
penggunaan tanda tanya : Apakah dia baik baik saja?
penggunaan tanda seru : Cepat lakukan pekerjaan itu!
penggunaan tanda kurung : Masalah program tersebut mengeai hal (1) . (2)
penggunaan tanda siku : si Rusa men[d]engar ada singa mendekati anaknya
penggunaan garis miring : Perum mutiara blok D9/09
penggunaan tanda penyingkat :  Rumah kecil itu ‘kan ku buat menjadi besar (‘kan: akan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar