TEKNIK DAN METODE PENGOLAHAN DATA
1. Pengertian Data
Data adalah
catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal
dari bahasa latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan
sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya.
Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang
bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
2. Pengertian Pengolahan Data
Pengolahan data merupakan bagian yang amat penting dalam
metode ilmiah, karena dengan pengolahan data, data tersebut dapat diberi arti
dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Data mentah yang
telah dikumpulkan perlu dipecah-pecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan
kategorisasi, dilakukan manipulasi serta diperas sedemikian rupa sehingga data
tersebut mempunyai makna untuk menjawab masalah dan bermanfaat untuk menguji
hipotesa atau pertanyaan penelitian.
Mengadakan manipulasi terhadap data mentah berarti mengubah
data mentah tersebut dari bentuk awalnya menjadi suatu bentuk yang dapat dengan
mudah memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena. Beberapa tingkatan
kegiatan perlu dilakukan, antara lain memeriksa data mentah, sekali lagi,
membuatnya dalam bentuk tabel yang berguna, baik secara manual ataupun dengan
menggunakan komputer.
Setelah data disusun dalam kelompok-kelompok serta
hubungan-hubungan yang terjadi dianalisa, perlu pula dibuat
penafsiran-penafsiran terhadap hubungan antara fenomena yang terjadi dan
membandingkannya dengan fenomena-fenomena lain di luar penelitian tersebut.
Berdasarkan pengolahan data tersebut, perlu dianalisis dan dilakukan penarikan
kesimpulan hasil penelitian.
Pengolahan data secara sederhana diartikan sebagai proses
mengartikan data-data lapangan sesuai dengan tujuan, rancangan, dan sifat
penelitian. Misalnya dalam rancangan penelitian kuantitatif, maka angka-angka
yang diperoleh melalui alat pengumpul data tersebut harus diolah secara kuantitatif,
baik melalui pengolahan statistik inferensial maupun statistik deskriptif. Lain
halnya dalam rancangan penelitian kualitatif, maka pengolahan data menggunakan
teknik non statitistik, mengingat data-data lapangan diperoleh dalam bentuk
narasi atau kata-kata, bukan angka-angka. Mengingat data lapangan disajikan
dalam bentuk narasi kata-kata, maka pengolahan datanya tidak bisa
dikuantifikasikan. Perbedaan ini harus dipahami oleh peneliti atau siapapun
yang melakukan penelitian, sehingga penyajian data dan analisis kesimpulan
penelitian relevan dengan sifat atau jenis data dan prosedur pengolahan data
yang akan digunakan. Di atas dikatakan bahwa pengolahan data diartikan sebagai
proses mengartikan data lapangan, yang berarti supaya data lapangan yang diperoleh
melalui alat pengumpul data dapat dimaknai, baik secara kuantitatif maupun
kualitatif, sehingga proses penarikan kesimpulan penelitian dapat dilaksanakan.
Dengan demikian, pengolahan data tersebut dalam kaitannya dengan praktek
pendidikan adalah sebagai upaya untuk memaknai data atau fakta menjadi makna.
Berkenaan dengan “Metode pengolahan data penelitian”, dalam
ilmu-ilmu sosial pada umumnya terpengaruh oleh dua perspektif: aliran
positivisme dan aliran fenomenologi. Hal ini mengindikasikan bahwa pada
dasarnya pengolahan data, dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan
kualitatif. Berikut ini secara ringkas perbedaaan dari dua aliran perspektif
tersebut:
3. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam pengolahan data adalah:
- · Variabel
- · Skala pengukuran (Skala Nominal, Skala Ordinal, Skala Interval, Skala Ratio)
- · Tipe skala (Skala Likert, Skala Guttman, Semantic Differensial, Rating Scale)
- · Instrumen penelitian
- · Validitas dan Reliabilitas instrumen.
4. Tahap-tahap pengolahan data, pada umumnya adalah:
- Pemeriksaan/Validitas data lapangan
- Pengkodean
- Pemasukan data (entry data)
- Pengolahan Data
- Hasil Pengolahan Data à analisis data
5. Jenis data
Data menurut jenisnya ada dua yaitu data kualitatif dan data
kuantitatif sebagai berikut:
a. Data kualitatif
Data yang berhubungan dengan kategorisasi, karakteristik
berwujud pertanyaan atau berupa kata-kata. Contonya wanita itu cantik, pria itu
tampan, baik, buruk, rumah itu besar dan sebagainya. Data ini biasanya didapat
dari wawancara yang bersifat subyektif sebab data tersebut ditapsirkan lain
oleh orang yang berbeda. Data kualitatif dapat diangkakan dalam bentuk ordinal
atau rangking.
b. Data kuantitatif
Data yang berwujud angka-angka. Contohnya ; yang diterima
menjadi PNS 150 orang, penghasilan klinik bersalin 1 milyar/ bulan. Data ini
diperoleh dari pengukuran langsung maupun dari angka-angka yang diperoleh
dengan mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif. Data kuantitatif
bersifat objektif dan bisa ditafsirkan oleh semua orang.
6. Manfaat Pengolahan Data
Dengan digunakannya pengolahan data elektronik, maka manfaat
yang dapat diperoleh adalah meminimalkan kebutuhan tenaga manusia , hal ini
karena beberapa pekerjaan dilakukan secara otomatis oleh peralatan bantuan
seperti komputer . Keuntungan lain adalah kemampuan komputer untuk memproses
data lebih besar, keakuratan yang lebih besar, kecepatan yang lebih besar,
fasilitas pengendalian otomatis dan pengolahan secara serentak.
Sebagai contoh :
1. Pembuatan faktur Penjualan, dengan sudah dimanfaatkannya
pengolahan data komputer, maka operator hanya memasukkan jumlah barang yang
dipesan, karena nama pelanggan, alamat, harga
sudah ada dalam database dan perhitungan total sudah kita dapatkan dari
hasil proses program.
1 2.
Perhitungan upah dan gaji, dengan sudah dimanfaatkannya pengolahan data
komputer, operator hanya menginput banyaknya jam kerja, lembur, bonus atau
komisi, hari absen ; dan untuk kode pegawai, nama pegawai, gaji pokok,
informasi perhitungan pajak pendapatan, neraca pinjaman dan informasi kumulatif
lainnya sudah ada pada database dan program yang memprosesnya.
Sumber :
aldi_tob_2000.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/12267/Minggu3.ppt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar